Semua tentang IOST, dari pembelian pertama sampai Layer 2.
Panduan · 12 menit baca

Cara beli IOST pakai rupiah, langkah demi langkah

Orang Indonesia paling gampang membeli IOST di exchange yang diawasi OJK: IOST/IDR di Bittime atau Indodax, atau pair kripto di Tokocrypto. Deposit rupiah, beli lewat order book, lalu tarik dengan jaringan dan memo yang benar.

Membuka CEX.IO, exchange kripto yang beroperasi sejak 2013 dan terdaftar di FinCEN Amerika Serikat. IOST tidak listing di sana, jadi Anda mulai dari kripto lalu swap.

Misi beli koin IOST1/4

Pilih exchange

Di Indonesia, mulai dari exchange yang diawasi OJK: Bittime atau Indodax untuk pair IOST/IDR, atau Tokocrypto untuk pair kripto. Di negara lain, pakai exchange lokal berizin. Tidak ada listing lokal? Siapkan rute lewat kripto.

Di halaman ini
  1. Jawaban singkat
  2. Langkah 1: pilih exchange
  3. Rute per negara
  4. Rute lewat kripto
  5. Langkah 2: KYC dan deposit rupiah
  6. Beli instan vs order book
  7. Langkah 3: pasang order
  8. Langkah 4: tarik ke dompet
  9. Jual IOST dan cairkan ke rupiah
  10. Kesalahan yang sering terjadi
  11. Pertanyaan yang sering diajukan

Jawaban singkat

Beli IOST pada dasarnya cuma empat langkah: pilih exchange yang listing IOST, verifikasi identitas dan deposit dana, beli IOST di order book, lalu (kalau mau pegang sendiri) tarik ke dompet dengan memo yang benar. Kartu misi di atas merangkum keempatnya. Sisa panduan ini membahas pilihan di balik tiap langkah, karena justru di situ orang paling sering rugi.

Buat pembaca di Indonesia, kabarnya bagus. IOST tercantum di daftar aset kripto bursa CFX, dan sudah ada exchange lokal dengan pair rupiah. Bittime punya order book IOST/IDR yang paling ramai di antara exchange Indonesia, Indodax juga punya IOST/IDR tapi aktivitasnya sangat tipis, dan Tokocrypto menawarkan pair kripto. Ketiganya berada di bawah pengawasan OJK sejak pengawasan kripto pindah dari Bappebti pada 10 Januari 2025. Artinya kamu bisa deposit rupiah, membeli IOST, dan menjual kembali ke rupiah tanpa harus keluar ke platform luar negeri.

Ada dua hal yang tidak akan dilakukan panduan ini: menyebut harga live atau menyuruhmu membeli. Halaman harga IOST menampilkan pasar secara langsung, dan halaman risiko kami membahas pertanyaan yang tidak enak. IOST masih lebih dari 99% di bawah puncaknya pada Januari 2018, dan harganya bisa naik atau turun tajam dalam hitungan hari. Beli hanya sebanyak yang siap kamu relakan.

Langkah 1: pilih exchange

Ajukan tiga pertanyaan ke exchange mana pun. Apakah ia berizin atau terdaftar di negara tempat kamu tinggal? Apakah ia listing IOST dengan mata uang yang benar-benar bisa kamu depositkan? Dan apakah pasarnya cukup ramai sehingga order-mu terisi dekat harga yang tampil? Exchange yang gagal di pertanyaan pertama bisa membekukan akunmu atau membuatmu melanggar aturan lokal. Exchange yang gagal di pertanyaan ketiga diam-diam memungut biaya lewat spread yang lebar.

Di Indonesia, pertanyaan pertama punya jawaban yang jelas: cari exchange yang berstatus PAKD (Pedagang Aset Keuangan Digital) di bawah OJK. Menurut laporan media, jumlahnya sudah 28 per September 2026. Pertanyaan kedua juga terjawab: Bittime dan Indodax untuk IDR, Tokocrypto untuk pair kripto. Pertanyaan ketiga yang perlu kamu cek sendiri setiap kali, karena volume IOST di exchange Indonesia kecil dibandingkan pasar global. Exchange besar lain seperti Pintu tidak listing IOST sama sekali, dan Upbit Indonesia hanya punya pasar BTC-IOST yang praktis mati.

Kalau negaramu tidak punya exchange lokal dengan IOST, pilihan terbaik berikutnya adalah exchange lokal tempat kamu bisa membeli kripto dengan uang lokal. Kripto itu lalu dipindahkan ke exchange global yang punya pasar IOST. Perbandingan exchange IOST kami mencantumkan setiap venue per negara, lengkap dengan pair dan likuiditas relatifnya, dan setiap panduan negara membahas aturan lokal lebih dalam.

Exchange global adalah tempat sebagian besar volume IOST diperdagangkan. Binance punya order book IOST terdalam, dan OKX, Gate, MEXC, KuCoin, Bitget serta HTX juga listing IOST. Bybit hanya punya kontrak perpetual IOST, tanpa pasar spot, jadi kamu tidak bisa membeli lalu menarik IOST sungguhan di sana. Likuiditas yang dalam tidak otomatis membuat exchange global jadi pilihan yang tepat. Di Indonesia, menjual lewat platform luar negeri dikenai pajak 1%, bukan 0,21%, dan kamu kehilangan payung pengawasan OJK.

Rute per negara

Ini titik awal praktis untuk setiap pasar yang kami bahas. Tabel ini menyebut nama venue, bukan juaranya. Likuiditas dan biaya berubah, jadi buka halaman negara yang relevan sebelum mendaftar di mana pun.

Tempat orang di tiap negara biasanya membeli IOST
NegaraRute domestikPairKalau tidak bisa
IndonesiaBittime, Indodax (diawasi OJK)IOST/IDRTokocrypto, IOST/USDT
JepangTerdaftar di FSA: Coincheck, OKJ, BitTrade, Binance JapanIOST/JPYTetap domestik; exchange luar negeri yang diperingatkan FSA bukan pilihan
Korea SelatanUpbit, Bithumb, CoinoneIOST/KRW (Upbit juga BTC)Upbit punya order book KRW terdalam
ThailandBitkub (berizin SEC)IOST/THBBinance TH, IOST/USDT
VietnamBelum ada venue berizin—Kripto lewat P2P, lalu IOST di luar negeri (risiko hukum Dekret 284)
TaiwanTidak ada listing IOST lokal—TWD ke kripto di MAX atau BitoPro, lalu IOST di luar negeri

Berdasarkan register regulator, daftar CFX dan API exchange; pair IOST bisa ditambah atau dihapus, jadi cek ulang di exchange.

Indonesia

IOST tercatat di daftar aset kripto CFX dengan kode IOST-586, berlaku sejak 18 Februari 2024. Daftar ini adalah penerus daftar aset kripto yang dulu diterbitkan Bappebti, dan di bawah POJK 27/2024 bursa yang memeliharanya. Jadi exchange berizin boleh menawarkan IOST. Dalam data riset kami, Bittime menjalankan order book IOST/IDR terdalam di Indonesia, sekitar belasan kali volume pasar IOST/IDR Indodax. Tokocrypto, yang dimiliki Binance, hanya punya pair kripto, tanpa pair IDR, tapi kamu bisa membeli kripto di sana dengan rupiah.

Pajak juga jadi alasan untuk tetap lokal. Berdasarkan PMK 50/2025 yang berlaku sejak 1 Agustus 2025, penjualan lewat platform dalam negeri berizin dikenai PPh final 0,21%, sedangkan lewat platform luar negeri 1%. Review Indodax kami membahas peretasan tahun 2024 dan alasan kami menunjuk Bittime untuk urusan kedalaman pasar.

Jepang

Empat exchange terdaftar di FSA menangani IOST: Coincheck (yang pertama, sejak 8 September 2020), OKJ, BitTrade dan Binance Japan. Coincheck dan OKJ punya order book IOST/JPY. BITPOINT dan CoinTrade menghapus IOST pada musim panas 2026, jadi artikel lama yang mengarahkan ke sana sudah kedaluwarsa. IOST juga masuk green list JVCEA. Untuk penduduk Jepang, rekomendasinya sederhana: pakai salah satu dari empat exchange terdaftar itu. Review Coincheck kami membahas biaya dan keunikan aplikasinya.

Korea Selatan

Upbit listing KRW-IOST sejak 25 Juli 2018 dan juga punya pasar BTC-IOST. Ini venue IOST terbesar kedua di dunia setelah Binance. Bithumb punya order book IOST/KRW yang lebih kecil tapi aktif, sedangkan milik Coinone sangat tipis. Upbit butuh verifikasi nama asli Korea dan rekening K Bank, jadi praktis hanya untuk penduduk. Review Upbit menjelaskan penarikan IOST gratisnya dan riwayat keamanannya.

Thailand

Bitkub menawarkan IOST/THB sejak 27 November 2018 dan menjadi satu-satunya order book IOST dalam baht yang kami temukan. Pendanaannya lewat PromptPay atau transfer dari rekening bank Thailand atas nama sendiri. Binance TH, juga berizin SEC, hanya punya pair kripto. Keuntungan di venue berizin SEC masuk pembebasan pajak capital gain Thailand 2025–2029. Baca review Bitkub sebelum mendaftar.

Vietnam dan Taiwan

Kedua pasar ini tidak punya exchange lokal dengan IOST. Di Vietnam, riset kami belum menemukan izin exchange pilot, dan Dekret 284 mendenda investor domestik VND 30–50 juta karena trading di platform yang tidak berizin dari Kementerian Keuangan. Kebanyakan orang tetap membeli kripto lewat P2P lalu IOST di exchange global, dengan risiko hukum. Di Taiwan, orang biasanya membeli kripto dengan TWD di platform terdaftar FSC seperti MAX atau BitoPro, lalu menukarnya ke IOST di exchange luar negeri. Review Binance menjelaskan rute itu dan batasannya.

Rute lewat kripto, dijelaskan

Kripto adalah mata uang jembatan di pasar IOST. Satu-satunya pair IOST yang aktif di Binance dikutip dalam stablecoin, dan sebagian besar venue global mengutip IOST dengan cara yang sama. Jadi kalau kamu tidak bisa membeli IOST dengan uang lokal, kamu beli kripto dulu, baru tukar. Langkah tambahan ini memakan satu biaya trading dan satu biaya jaringan lagi. Itu sebabnya rute domestik biasanya lebih unggul kalau tersedia, dan di Indonesia rute domestik itu ada.

Rute dua langkah menuju IOST

Rupiah atau kartuVA, transfer bank, P2P atau kartu
Beli kriptodi platform yang menerima uangmu
Kirim kriptoke exchange dengan pasar IOST
Beli IOSTlimit order di order book
TarikL1 dengan memo, atau BEP-20

Di Indonesia, rute kripto paling masuk akal lewat Tokocrypto: deposit rupiah, beli kripto, lalu beli IOST dengan kripto itu, semuanya di satu exchange yang diawasi OJK. Pilihan lain adalah pasar P2P rupiah untuk kripto di Binance.com, yang menerima transfer dari bank seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI dan beberapa bank digital. Ingat bahwa itu platform luar negeri, bukan exchange lokal yang diawasi OJK, jadi tarif pajak 1% untuk platform asing yang relevan. Di negara lain, exchange domestik di Thailand menjual kripto dengan baht, MAX dan BitoPro menjualnya dengan TWD di Taiwan, dan P2P jadi jalur umum di Vietnam.

Kalau mau bayar pakai kartu, CEX.IO adalah salah satu exchange lama (beroperasi sejak 2013) untuk membeli BNB atau kripto lain dengan Visa atau Mastercard, Apple Pay atau Google Pay. Pahami dulu posisinya: CEX.IO tidak listing IOST, pengguna Asia berkontrak dengan CEX OVRS LLC di Nevis yang tidak memegang izin di negara Asia mana pun, dan ia bukan PAKD yang diawasi OJK. CEX.IO juga tidak menerima QRIS, e-wallet atau virtual account. Kartu ditagih dalam USD, EUR atau GBP, jadi kartu rupiah akan melewati konversi kurs dari bank penerbitmu.

Level satu: siapkan kriptomu

Kalau exchange pilihanmu memakai pair kripto, langkah pertamanya menyiapkan kripto itu. Beli kripto atau BNB dengan kartu, lalu pindahkan ke exchange yang listing IOST.

Mulai dengan kripto

Ada jalur kedua yang lebih teknis. Sejak upgrade IOST 3.0, IOST juga hadir sebagai token BEP-20 di BNB Chain, dengan kontrak 0xAf48B7e315a52518CfBF7d96C455D9dFAD94cB48. Sebagian orang membeli BNB, mengirimnya ke dompet BNB Chain seperti MetaMask, lalu menukarnya ke IOST BEP-20 di DEX. Cara ini bisa, tapi paling rawan penipuan. Token palsu meniru nama IOST, dan hanya alamat kontrak itu yang resmi. Banyak exchange, termasuk Coincheck dan Upbit, hanya menerima IOST di jaringan L1-nya sendiri, jadi IOST BEP-20 tidak bisa begitu saja didepositkan ke sana. Baca penjelasan IOST 3.0 kami sebelum mencobanya.

Langkah 2: KYC dan deposit rupiah

Setiap exchange berizin akan meminta verifikasi identitas sebelum kamu bisa deposit. Di Indonesia, warga negara biasanya cukup dengan KTP dan selfie. Warga asing yang tinggal di Indonesia dilaporkan perlu paspor ditambah KITAS atau KITAP, tapi syarat persisnya beda per exchange, jadi cek di aplikasinya. Di negara lain prosesnya mirip: Coincheck memakai eKYC lewat smartphone dengan ID Jepang, Upbit mengikat akun ke rekening K Bank atas nama asli, dan Bitkub memakai KTP Thailand lewat NDID atau Dip-Chip. Persetujuan bisa selesai dalam menit atau berhari-hari, jadi beres-kan sebelum kamu benar-benar ingin membeli.

Cara deposit di Indonesia jauh lebih beragam dibandingkan banyak negara lain. Virtual account dan transfer bank dari BCA, Mandiri, BRI, BNI, Permata, Sinarmas dan bank lain jadi jalur utama. Exchange besar juga menawarkan QRIS dan e-wallet seperti OVO, DANA dan GoPay, walau ketersediaannya beda per platform. Biayanya juga beda. Indodax Academy menulis deposit lewat virtual account di atas Rp 500.000 gratis dan di bawahnya Rp 2.000, tapi halamannya tidak bertanggal. Tokocrypto dilaporkan memungut 2% untuk deposit e-wallet pada November 2024. Biaya terbaru tidak bisa kami pastikan, jadi lihat di layar deposit sebelum transfer.

Ilustrasi kartu pembayaran 3D ungu, melambangkan cara deposit rupiah untuk membeli IOST

Uang masuk termurah, uang keluar termurah

Virtual account atau transfer bank dalam rupiah hampir selalu jadi cara termurah untuk mendanai pembelian IOST. E-wallet dan kartu lebih praktis, tapi biaya, konversi kurs dan limit yang lebih rendah menggerus pembelian kecil. Pikirkan juga jalan keluarnya: nanti kamu akan menarik rupiah ke rekening yang sama.

Contoh hitungan sederhana, murni ilustrasi: kalau kamu deposit Rp 300.000 lewat e-wallet dengan biaya 2%, Rp 6.000 hilang sebelum kamu membeli apa pun. Lewat virtual account dengan biaya Rp 2.000, kamu kehilangan kurang dari separuhnya, dan di atas Rp 500.000 biayanya bisa nol sesuai halaman Indodax tadi. Untuk pembelian rutin, selisih seperti ini lebih terasa daripada biaya trading.

Satu jebakan dari Thailand yang patut ditiru pelajarannya: akun Bitkub yang disetujui sejak 1 Januari 2025 sempat ditangguhkan penarikan kriptonya mulai 3 Februari 2025 sampai verifikasi tambahan selesai. Di exchange mana pun, kalau kamu berencana memindahkan IOST keluar, selesaikan semua level verifikasi dari awal.

Beli instan vs order book: kenapa IOST yang sama bisa lebih mahal

Banyak aplikasi kripto punya dua cara membeli koin yang sama, dan perbedaannya adalah hal termahal yang sering terlewat oleh pemula. Cara pertama adalah beli instan atau dealer: kamu membeli dari exchange dengan harga yang ia tentukan, tanpa biaya yang terlihat. Cara kedua adalah order book (mode spot atau pro): kamu bertransaksi dengan pengguna lain di harga yang mereka pasang, dan membayar biaya kecil yang dipublikasikan. Di Jepang, dua mode ini punya nama resmi, 販売所 (hanbaijo) dan 取引所 (torihikijo), dan contoh angkanya paling jelas, jadi kami pakai Coincheck sebagai ilustrasi.

Dealer

Beli instan (販売所)

Lawan transaksi
Exchange
Biaya trading
Tidak ditampilkan
Biaya tersembunyi
Spread, sekitar 0,1–5,0% di Coincheck
Cocok untuk
Beli kecil sekali ketuk
VS
Spot

Order book (取引所)

Lawan transaksi
Pengguna lain
Biaya trading
0,05% maker, 0,10% taker di Coincheck
Biaya tersembunyi
Spread order book; kadang tipis
Cocok untuk
Hampir semua pembelian IOST

Contoh hitungan dalam rupiah membuat selisihnya nyata. Misalnya kamu membelanjakan Rp 1.000.000 untuk IOST. Kalau spread mode instan sedang 3%, sekitar Rp 30.000 dari uangmu menjadi margin dealer. Di order book, taker order dengan biaya 0,10% memakan sekitar Rp 1.000, ditambah selisih antara harga beli dan jual terbaik. Lakukan itu tiap bulan selama setahun, dan mode instan sudah menelan ratusan ribu rupiah lebih banyak. Coincheck sendiri menyebut spread 販売所 berubah sesuai kondisi pasar, dan untuk sebagian koin menuliskan rentang 1,7% sampai 7,0%.

Order book juga punya kelemahan: pasar IOST/IDR dan IOST/JPY itu tipis. Di hari yang sepi, selisih harga beli dan jual terbaik bisa lebih dari satu persen, dan market order besar bisa memanjat beberapa level harga. Obatnya adalah limit order, yang dibahas di langkah berikutnya. Kalau aplikasi exchange Indonesia-mu punya mode sederhana dan mode pro, bandingkan harga di keduanya sebelum menekan tombol beli.

Langkah 3: pasang order

Buka pasar IOST dalam mata uangmu (IOST/IDR, IOST/JPY, KRW-IOST atau IOST/THB) dan lihat order book sebelum mengetik apa pun. Yang perlu kamu lihat: harga jual terbaik (ask), harga beli terbaik (bid), dan berapa banyak IOST yang tersedia di tiap harga. Kalau ask teratas hanya menutup sebagian order-mu, market order akan mengisi sisanya di harga yang lebih buruk. Limit order di atau sedikit di atas ask terbaik akan mengisi sebagian besar order di harga yang kamu pilih, dan sisanya bisa dibatalkan.

Cek batas minimum dan biayanya. OKJ menetapkan minimum 10 IOST untuk IOST-JPY, dan Bitkub minimum order 10 THB untuk IOST/THB. Biaya ditampilkan di layar order. Tarif yang dipublikasikan antara lain 0,05% maker dan 0,10% taker di Coincheck, 0,25% flat di Bitkub, dan 0,10% di Binance untuk tingkat reguler. Untuk Indodax, sumber pihak ketiga menyebut 0,10% maker dan 0,20% taker di pasar IDR, ditambah pajak dan biaya CFX, tapi angka ini belum kami cocokkan dengan halaman resminya. Setelah transaksi, buka saldo dan pastikan IOST sudah masuk. Mau tahu nilainya dalam rupiah? Pakai konverter IOST ke IDR.

Satu catatan untuk pasar rupiah: harga satu IOST dalam rupiah sangat kecil, jadi perubahan satu tick harga saja sudah bernilai persentase yang lumayan. Itu alasan tambahan untuk memakai limit order dan memeriksa angka desimal sebelum mengonfirmasi.

Langkah 4: tarik ke dompet (atau tidak usah)

Kamu tidak wajib menarik. Menyimpan IOST di exchange berizin itu wajar untuk jumlah kecil, dan beberapa exchange membagikan cicilan airdrop IOST 3.0 ke pemegang yang menyimpan di sana. Coincheck, BitTrade, Upbit dan Bitkub semuanya mendistribusikannya. Kalau kamu lebih suka pegang sendiri, penarikan adalah langkah paling berisiko di seluruh misi ini, jadi pelan-pelan saja.

Pertama, pilih jaringannya. IOST asli ada di chain IOST L1, dengan alamat berupa nama akun yang bisa dibaca manusia, 5 sampai 11 karakter. IOST BEP-20 ada di BNB Chain dan memakai alamat 0x. Coincheck dan Upbit hanya menarik di L1. Binance menawarkan keduanya, dengan biaya 1 IOST di L1 dan 29 IOST di BEP-20. Untuk Indodax, jaringan dan biaya tarik IOST tidak bisa kami pastikan dari halaman resmi, jadi baca layar penarikannya baik-baik. Dompetmu yang menentukan jaringan: iWallet Pro atau TokenPocket untuk L1, MetaMask atau Trust Wallet untuk BEP-20. Akun L1 harus dibuat oleh akun yang sudah ada, dan biayanya sekitar 11,6 IOST dalam bentuk gas dan RAM yang dikunci.

Kedua, memo. Exchange menerima IOST L1 ke satu akun deposit bersama dan memakai memo untuk membedakan pelanggan. Mengirim ke exchange tanpa memo bisa membuat dana tidak bisa dipulihkan. Mengirim ke dompet pribadi biasanya tidak perlu memo. Panduan kirim IOST kami membahas memo, biaya, masalah lupa memo dan checklist sebelum mengirim. Sebelum memindahkan jumlah besar, kirim tes kecil dan cek di explorer IOST.

Jual IOST dan cairkan ke rupiah

Menjual adalah misi beli yang dibalik. Kalau IOST-mu ada di dompet, kirim kembali ke exchange lokal yang punya pair rupiah: IOST L1 dengan memo exchange, ke jaringan yang didukung exchange itu. Jual di order book dengan limit order, lalu tarik rupiah ke rekening bank atas namamu sendiri. Biaya tarik rupiah di Bittime, Indodax dan Tokocrypto tidak kami verifikasi, jadi cek di aplikasi. Sebagai pembanding dari negara lain, Coincheck memungut ¥407 untuk penarikan JPY dan Upbit ₩1.000 untuk KRW.

Kalau kamu membeli lewat rute kripto, jalan keluarnya biasanya sama: jual IOST ke kripto, lalu jual kripto itu ke rupiah. Di Tokocrypto semua itu bisa terjadi di satu tempat. Kalau IOST-mu ada di exchange global, kirim kripto ke exchange lokal dulu, lalu jual di sana. Setiap lompatan menambah biaya dan peluang salah pilih jaringan, jadi buat rutenya sependek mungkin.

Pajak adalah bagian dari jalan keluar. Contoh hitungan: kalau kamu menjual IOST senilai Rp 10.000.000 di exchange dalam negeri berizin, PPh final 0,21% berarti Rp 21.000. Menjual nilai yang sama lewat platform luar negeri dikenai 1%, yaitu Rp 100.000. Di negara lain aturannya berbeda: di Jepang keuntungan kripto umumnya masuk penghasilan lain-lain (雑所得) dengan tarif gabungan sampai sekitar 55%, di Korea pajak 22% atas keuntungan di atas ₩2,5 juta dijadwalkan untuk 2027 dengan usulan penundaan lagi, Thailand membebaskan keuntungan di venue berizin SEC pada 2025–2029, dan Vietnam memungut 0,1% per transfer lewat penyedia berizin. Setiap halaman negara menautkan otoritas pajaknya. Semua ini bukan nasihat pajak.

Kesalahan yang bikin pembeli IOST rugi

Maskot hantu memegang papan peringatan penipuan, mengingatkan pembeli IOST untuk cek ulang token dan memoCek memonya. Lalu cek sekali lagi!

Beli instan karena kebiasaan. Tombol beli cepat sering jadi tampilan default, dan spread-nya adalah tempat pembelian kecil bocor. Pindah ke order book.

Market order di order book yang tipis. Order book IOST dalam IDR dan JPY bisa dangkal. Market order besar bisa terisi jauh di atas harga yang kamu lihat. Pakai limit order dan pecah pembelian besar.

Salah jaringan, lupa memo. IOST BEP-20 yang dikirim ke exchange yang hanya mendukung L1, atau deposit L1 tanpa memo, adalah dua cerita rugi klasik. Coincheck menegaskan tidak bisa membatalkan transfer yang sudah selesai, termasuk akibat salah memo.

Platform ilegal. Di Indonesia, Satgas PASTI dilaporkan sudah menutup 228 platform kripto ilegal sampai Mei 2026. Cek status PAKD sebuah exchange di OJK sebelum deposit. Di Jepang, FSA sudah memperingatkan Binance (situs global), Bybit, MEXC, Bitget, KuCoin dan LBank, di antara yang lain.

Token palsu dan “admin” palsu. Token spam bernama “IOST” ada di L1 maupun BNB Chain. Di BNB Chain, cek alamat kontraknya. Di L1, pastikan yang kamu pegang token asli iost. Tidak ada pihak resmi yang akan DM kamu untuk “membantu” pembelian atau klaim airdrop.

Memindahkan koin saat maintenance. Deposit yang dikirim saat exchange menghentikan jaringan IOST bisa menggantung berhari-hari. Cek halaman pengumuman exchange dulu, apalagi di sekitar upgrade seperti v4.0.0.

Kalau semua ini beres, membeli IOST jadi rutinitas biasa: exchange berizin, akun yang terdanai, limit order, dan penarikan yang hati-hati. Kalau butuh bantuan memilih exchange, mulai dari perbandingan exchange.

Pertanyaan yang sering diajukan

Beli koin IOST di mana di Indonesia?

IOST ada di daftar aset kripto yang boleh diperdagangkan di bursa CFX, jadi exchange berizin boleh menawarkannya. Bittime dan Indodax punya pair IOST/IDR, sedangkan Tokocrypto hanya menawarkan pair kripto. Dalam data riset kami, order book IOST/IDR paling ramai ada di Bittime, sementara pasar IOST/IDR di Indodax sangat sepi.

Apakah IOST ada di Indodax?

Ada. Indodax punya pair IOST/IDR, tapi volume hariannya sangat kecil, jadi selisih harga beli dan jual bisa lebar. Biaya tarik IOST dan jaringan yang didukung Indodax tidak bisa kami pastikan dari halaman resminya, jadi cek di layar penarikan sebelum mengirim.

Apakah IOST bisa dibeli di Pintu?

Tidak. Dalam daftar pair Pintu yang kami cek, ada ratusan pair tapi tidak ada IOST. Pakai Bittime atau Indodax untuk IOST/IDR, atau Tokocrypto untuk pair kripto.

Bagaimana cara beli IOST pakai kartu kredit?

Hampir tidak ada platform yang menjual IOST langsung dengan kartu. Rute yang umum adalah membeli BNB atau kripto lain dengan kartu di exchange umum, mengirimnya ke exchange yang punya pair IOST, lalu membeli IOST di sana. Pembelian kartu biasanya lebih mahal daripada deposit rupiah lewat virtual account karena ada biaya kartu dan konversi kurs.

Berapa pajak jual IOST di Indonesia?

Berdasarkan PMK 50/2025, penjualan aset kripto lewat platform dalam negeri berizin dikenai PPh final 0,21% dari nilai transaksi, sedangkan lewat platform luar negeri 1%. Penyerahan aset kripto tidak lagi dikenai PPN, tapi PPN tetap berlaku untuk biaya layanan platform. Ini bukan nasihat pajak.

Bagaimana cara jual IOST dan cairkan ke rekening bank?

Pindahkan IOST kembali ke exchange lokal yang punya pair rupiah, jual di order book, lalu tarik rupiah ke rekening bank atas namamu sendiri. Kalau IOST-mu ada di dompet, pastikan jaringan dan memo deposit exchange sudah benar. Simpan catatan transaksinya untuk keperluan pajak.

Sumber & bacaan lanjutan

  1. CFX — daftar aset kripto Indonesia (IOST) · daftar resmi aset yang dapat diperdagangkan
  2. OJK — POJK 27/2024 tentang perdagangan aset keuangan digital · regulasi OJK
  3. Tokocrypto — daftar simbol pasar (IOST/USDT) · API exchange
  4. Indodax Academy — cara deposit rupiah · panduan exchange
  5. IOST developer docs — panduan untuk exchange (deposit dengan memo) · dokumentasi resmi
  6. FSA — daftar penyedia layanan exchange aset kripto Jepang · register regulator
  7. Coincheck — biaya trading 取引所 · halaman biaya exchange
  8. Bitkub — simbol pasar (IOST_THB) · API exchange
iost.asia

Siap masuk level satu?

Kalau exchange pilihanmu memakai pair kripto, kamu butuh kripto dulu. Beres bagian itu, lalu ikuti misi di atas.

  • Beli kripto pakai kartu
  • Tukar ke IOST di exchange yang melistingnya
  • Simpan IOST di wallet milik sendiri
Gas, mulai!

18+. Kripto sangat fluktuatif. Bukan saran keuangan.